Jika ada Kerajaan, tentu ada Raja yang berkuasa yang memerintah. Maka Yesus memperkenalkan siapa Raja di dalam Kerajaan Sorga. Yesus menyatakannya secara tersirat di dalam 'Doa Bapa Kami' yang sangat terkenal itu (Matius 6:9-13). Perhatikanlah kalimat Pertama dan Terakhir dari Doa Bapa kami itu:
"Bapa kami yang di Sorga... karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya, Amin."
Dari pengamatan Kalimat Pertama dan Terakhir dari Doa Bapa kami, maka dapat diketahui bahwa Raja di dalam Kerajaan Sorga adalah 'Bapa kami' yaitu 'Bapa Sorgawi'. Dan siapa saja yang beriman kepada ajaran Yesus akan diganjar dengan status 'anak' dari Bapa Sorgawi, atau memiliki status anak Kerajaan, berbangsa Sorga dan bukan lagi berbangsa dunia. Sudahkah saudara menjadi anak Kerajaan Sorga dan berbangsa Sorga? Yesus sendirilah yang menunjukkan Siapa Raja dalam Kerajaan Sorga. Hal ini dapat dipahami dalam sabda Yesus pada Matius 16:27-28:
"Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi
malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang
menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang
yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat
Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
Anak Manusia adalah Yesus yang turun dari Sorga, Dialah Raja Sorga.
Apakah saudara menjadi ragu, karena dua pernyataan yang tidak selaras? Pada bagian sebelumnya Bapa Sorgawi adalah Raja, sekarang Anak Manusia adalah Raja. Dimanakah kebenarannya??? Inilah kebenarannya:
Anak dalam kesatuan dengan Bapa, Dialah Raja Sorga!!!
Di dalam kesatuan dengan Bapa, Yesus adalah Raja Sorga. Ini adalah kebenaran Injil Kerajaan Sorga dan harus diterima tanpa perdebatan. Perhatikanlah Saudara Matius 25:31-34 juga mencatat sabda yang serupa:
"Apabila Pada waktu Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia (Anak Manusia), maka Ia (Anak Manusia) akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya (Anak Manusia) dan Ia akan memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu (Anak Manusia) akan berkata kepada disebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."
Perhatikanlah potongan kalimat Anak Manusia berserta kata penggantinya (Dia, Ia,-Nya, dan Raja itu), bukankah potongan kalimat dan kata ganti ini mengajarkan kita bahwa Anak Manusia (Yesus) adalah Raja? Perhatikan pula potongan kalimat semua malaikat bersama dengan Dia. Perhatikan... 'semua malaikat', apakah tidak ada lagi malaikat yang melayani Bapa Sorgawi??? Tidak masuk hitungankah lagi Bapa Sorgawi? Dimanakah Bapa Sorgawi? Mustahil Anak melucuti kemuliaan Bapa, mustahil Anak berkhianat kepada Bapa, seperti yang Iblis lakukan. Kebenarnya adalah Anak dan Bapa, di dalam satu kesatuan, adalah Raja Sorga. Murid Yesus yang lain juga menyatakan hal kesatuan Anak dan Bapa, periksalah Yohanes 17:10. Bahkan nubuatan Yesaya 9:5 sudah menunjukkan kebenaran kesatuan Bapa dengan Anak:
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;
lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai."
Yesaya menubuatkan kedatangan 'Mesias' (yang diutus; Kristus), yang tampil sebagai Anak (Manusia) yaitu Yesus. Di bawah tuntunan Sorga, Yesaya menyatakan bahwa Mesias, 'Anak' itu juga bergelar 'Bapa yang Kekal', 'Raja Damai'. Lagi-lagi pengajaran tentang kesatuan Anak dengan Bapa diteguhkan! Maka, sekali lagi perlu ditekankan bahwa di dalam Wawasan Kerajaan Sorga Anak dan Bapa adalah satu Roh (satu pribadi).
Segala Kemuliaan dan Hormat...
Bagi Bapa Sorgawi dalam nama Yesus Raja Sorgawi!!! Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar